Tak Perlu Aku Ragui
Sucinya Cinta Yang Kau Beri
Kita Saling Kasih Mengasihi
Dengan Setulus Hati
Ayah Ibu Merestui
Menyarung Cincin Di Jari
Dengan Rahmat Dari Ilahi
Cinta Kita Pun Bersemi
Sebelum Diijabkabulkan
Syariat Tetap Membataskan
Pelajari Ilmu Rumahtangga
Agar Kita Lebih Bersedia
Menuju Hari Yang Bahgia
Kau Tahu Ku Merinduimu
Ku Tahu Kau Menyintaiku…Oh…Kasih
Bersabarlah Sayang
Saat Indah Kan Menjelma Jua
Kita Akan Disatukan
Dengan Ikatan Pernikahan…Oh..Kasih
Di Sana Kita Bina
Tugu Cinta Mahligai Bahagia
Semoga Cinta Kita
Di Dalam Redha Ilahi
Berdoalah Selalu
Moga Jodoh Berpanjangan
Jumat, 28 Januari 2011
Kamis, 27 Januari 2011
tak puitis sama sekali, hwahahaha...
Duhai hamba Allah yang shaleh di sana,,
Padamu akan ku serahkan seluruh kasih dan cinta yang ku miliki,,
Untuk menjadi belahan jiwamu,,
Padamu akan ku berikan seluruh yang aku punya demi menjadi yang rerbaik untukmu,,
Menemanimu dalam setiap keadaan.. susah, senang,,
Ini telingaku yang akan setia mendengar seluruh laramu,,
Ini hatiku yang akan ikhlas menerima segala yang kau beri.. sedikit atau banyak,,
Ini aku yang akan menghadirkan senyum termanis untukmu walau nanti akan ada banyak rintangan hidup yang kita lalui
Semoga Allah beri semua kelancaran hingga akhirnya aku benar-benar di sampingmu
Dalam sandar bahumu,,
Dalam peluk hangatmu,,
Aku mencintaimu karena agamamu,,,
Semoga Allah meridhai kita,,,
Kaulah separuh agama, penjaga ketaatanku (InsyaAllah, amiin..)
For the rest of my life, I'll be with you
To the end of my time.. I’ll be loving you,,
"Ada dua pilihan ketika bertemu cinta
jatuh cinta dan bangun cinta
padamu, aku memilih yg kedua
agar cinta kita menjadi istana, tinggi menggapai surga"
*kutipan salim a. fillah dalam buku bahagianya merayakan cinta, yang juga kutipan hatiku* (maklum gak puitis, ngutip2 dah.. :D)
Padamu akan ku serahkan seluruh kasih dan cinta yang ku miliki,,
Untuk menjadi belahan jiwamu,,
Padamu akan ku berikan seluruh yang aku punya demi menjadi yang rerbaik untukmu,,
Menemanimu dalam setiap keadaan.. susah, senang,,
Ini telingaku yang akan setia mendengar seluruh laramu,,
Ini hatiku yang akan ikhlas menerima segala yang kau beri.. sedikit atau banyak,,
Ini aku yang akan menghadirkan senyum termanis untukmu walau nanti akan ada banyak rintangan hidup yang kita lalui
Semoga Allah beri semua kelancaran hingga akhirnya aku benar-benar di sampingmu
Dalam sandar bahumu,,
Dalam peluk hangatmu,,
Aku mencintaimu karena agamamu,,,
Semoga Allah meridhai kita,,,
Kaulah separuh agama, penjaga ketaatanku (InsyaAllah, amiin..)
For the rest of my life, I'll be with you
To the end of my time.. I’ll be loving you,,
"Ada dua pilihan ketika bertemu cinta
jatuh cinta dan bangun cinta
padamu, aku memilih yg kedua
agar cinta kita menjadi istana, tinggi menggapai surga"
*kutipan salim a. fillah dalam buku bahagianya merayakan cinta, yang juga kutipan hatiku* (maklum gak puitis, ngutip2 dah.. :D)
Sabtu, 22 Januari 2011
yeahh!!!
Adakah yang membaca tulisan ini..?? adakah..adakah..adakahh...???
hey hey,, katakan..katakan bahwa kamu telah lemah,,,
jujurlah.. jujurlah,, ayo jujur,,
tak usah lah.. simpan sajalah dalam hatimu, tapi aku tauu.. hohohooo
hey hey,, katakan..katakan bahwa kamu telah lemah,,,
jujurlah.. jujurlah,, ayo jujur,,
tak usah lah.. simpan sajalah dalam hatimu, tapi aku tauu.. hohohooo
Jumat, 24 Desember 2010
Lirik
tak pernah terlintas di benakku
saat pertama kita bertemu
sesuatu yang indah tumbuh dalam gundah
harum dan merekah
tulus hatimu buka mataku
tegar jiwamu hapus raguku
membuncah di hati harapan nan suci
menyatukan janji
bunga-bunga cinta indah bersemi
di antara harap pinta padaNya
Tuhan tautkanlah cinta di hati
berpadu indah dalam mihrab cinta
membuncah di hati harapan nan suci
dalam mihrab cinta
saat pertama kita bertemu
sesuatu yang indah tumbuh dalam gundah
harum dan merekah
tulus hatimu buka mataku
tegar jiwamu hapus raguku
membuncah di hati harapan nan suci
menyatukan janji
bunga-bunga cinta indah bersemi
di antara harap pinta padaNya
Tuhan tautkanlah cinta di hati
berpadu indah dalam mihrab cinta
membuncah di hati harapan nan suci
dalam mihrab cinta
Selasa, 14 Desember 2010
gregetan
Aku dan dia hanya ingin bersikap profesional. Tak usah mencampuradukkan urusan pribadi ke dalam urusan kampus. Kami bukan lagi anak SMP ataupun ABG, kami tau bagaimana cara bersikap. Aku berusaha bersikap biasa, juga dirinya. Tapi kalau mereka (khususnya si X) selalu membuat suasana menjadi panas dengan comblang-mencomblang, geram juga aku jadinya. Mereka tak tahu bahwa kami memang sedang bergerak dan mengusahakan bergerak cepat (insyaAllah), apa perlu aku umumkan supaya mereka diam???!! Hahh.. tak usahlah.. biarkan saja waktu yang akan menjawab segalanya, ditahan dulu saja...
(Kamu, yang udah tau cerita dari awal, keep silent ya.. saya berani nulis di sini, karna kayaknya yang tau blog ini dan kenal tokoh dalam tulisan cuma you, I trust you so I write down all here, hehe.. gw butuh tempat buat nulis, akhirnya blog ini yang jadi korban)
(Kamu, yang udah tau cerita dari awal, keep silent ya.. saya berani nulis di sini, karna kayaknya yang tau blog ini dan kenal tokoh dalam tulisan cuma you, I trust you so I write down all here, hehe.. gw butuh tempat buat nulis, akhirnya blog ini yang jadi korban)
Senin, 13 Desember 2010
Awal dari cerita panjang (InsyaAllah) - IV
Dia, aku perhatikan pemuda yang cerdas, sangat rapi tatanan bahasanya, juga lembut. Seorang tanggung jawab, dan menurutku dapat diandalkan. Pembawaannya tenang maka tak salah kalau kami menunjuknya sebagai pemimpin kelompok kami. Bukan bermaksud memuji, tapi dengan fikiran yang jernih dan tanpa kecondongan, jauh sebelum dirinya rajin mengontakku, begitulah penilaianku terhadap dirinya.
Sampai saat ini masih nilai positif yang aku temukan dalam dirinya. Entahlah..tapi pasti pun dia memiliki kekurangan, pasti..karna dia bukan nabi ataupun malaikat. Tapi dengan kematangan yang dia miliki saat ini aku yakin dia lah seorang yang dapat diandalkan. Mungkinkah aku jatuh hati padanya?? hahayyy.. masyaAllah, hampir tak percaya. Jika iya alhamdulillah akhirnya aku bisa membuka mata dan hati untuk yang lain. Dan dia, insyaAllah jauh lebih baik dari seorang yang dulu pernah buatku hampir "buta".
Usianya sudah hampir kepala 3 (2 tahun lagi sih..hehe), usia yang matang, dan bukan waktunya lagi untuk tetap sendiri. Aku sadar, dengan umur sekian jika ada usaha untuk mendekati wanita, itu bukan suatu yang tanpa arah dan tujuan. Apalagi dengan pribadi sepertinya, rasanya tak mungkin juga jika dia mendekati wanita sekedar iseng mendekati. Dan apakah aku seorang yang ditunjuknya..?? hahh.. ya Tuhan, seorang shaleh seperti dia siapa pula yang mau nolak. Dan bagiku, salah satu cita-cita terbesar dalam hidupku adalah memiliki pendamping hidup yang shaleh, yang dapat memuliakan orangtuaku, yang dapat membangunkanku di saat jatuh, menguatkanku di saat lemah, mengingatkan dan membinaku ketika iman sedang turun..saling mengingatkan, saling menguatkan.
Teringat sebuah ayat dalam Al-Qur'an "perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula)......."(An-Nur: 26). Teringat bagaimana diriku ini, apa aku pantas bersanding dengannya? Apa aku perempuan yang cukup baik untuk dirinya,, hati ini pernah terkotori dengan (sempat) mengharapkan orang lain, sampai hampir "buta", orang lain yang bukan siapa-siapa, belum punya ikatan apa-apa. Aku belum kenal betul bagaimana dia, tetapi dari air wajahnya dapat ku tangkap tanda-tanda keshalehan dalam dirinya. Ahh sudahlah terlalu banyak aku berangan.
Aku, satu bulan yang lalu tepat usiaku hampir memasuki 1/4 abad (cuma minus 2 tahun lagi). Teman-teman seumuranku sudah banyak yang tak lagi single. Dan aku, aku pun telah letih dengan sendiriku. Letih meladeni SMS-SMS aneh bin ga jelas, miscal-miscal dari "unknown number", bahkan ada "orang gila" yang pernah nekad menggunakan ilmu hitam untuk mendapatkanku (sekitar akhir tahun, setahun yang lalu). Mungkin saat itu aku benar-benar sedang futhur, sehingga pengaruh jahat itu bisa masuk. Syukur alhamdulillah pengaruh hitam itu segera disadari keluargaku, aku sempat terkena tapi lagi-lagi aku sangat bersyukur karna saat terkena pengaruh jahat tersebut aku masih ingat Tuhan, aku tak terpengaruh dengan ajakan yang "macam-macam" dari si "orang gila" itu. Sampai saat ini, tangan dan bagian yang lain masih "bersih" dari sentuhan laki-laki yang blm halal bagiku. Akan ku jaga semampuku, insyaAllah...
Pernah juga ada seorang teman yang nekad ingin datang jauh-jauh dari tempat tinggalnya hanya untuk bertemu saat hari miladku (ya elah..ngpain juga, siapa kau sampe segitunya, suami bukan, saudara bukan, sikap lo itu justru bikin gw takut!). Aku letih dengan gosip-gosip tentang diriku. Gosip yang dari dulu (sejak s1) itu-ituuuu saja isinya, ada pula yang berkata bahwa keputusanku untuk melanjutkan kuliah lantaran ada si Y yang juga melanjutkan kuliah. Astagfirullah..tega sekali yang bicara sepeti itu, fikiran yang sempit, naif sekali!
Letih..letih..sangat letih, capek. Berharap seorang yang dapat menjagaku, melepasku dari semua keletihan ini. Aku betul-betul sangat lelah (semoga gak lebay). Aku takut. Kini betul sangat berharap akan perlindungan Allah dr fitnah dunia..ingin bersegera berdampingan dengan seorang yg shaleh pilihan terbaik Allah dalam sebuah pernikahan. Saat ini posisiku masih sebagai mahasiswa, aku juga belum punya apa-apa (dalam bentuk materi) untuk membalas kebaikan orangtuaku. Tapi tolak ukur kesiapan seorang perempuan untuk melepas kesendiriannya bukan dilihat dari itu, bukankah begitu? Tapi dilihat dari bagaimana kesiapan mental dan segala konsekuensi yang dihadapi jika sudah hidup dengan orang lain. Siapkah dengan tanggungjawab sebagai istri, sebagai ibu, dan sebagainya. Dan aku siap. Orangtuaku bukanlah yang awam dalam urusan agama. Jika dalam waktu dekat ada seorang yang datang dengan niat baik padaku (tak hanya niat baik tapi tentu juga yang ku sukai) aku yakin ibu ayah akan mengabulkannya. Semoga.., permudahlah yaa Rabb..
Sampai saat ini masih nilai positif yang aku temukan dalam dirinya. Entahlah..tapi pasti pun dia memiliki kekurangan, pasti..karna dia bukan nabi ataupun malaikat. Tapi dengan kematangan yang dia miliki saat ini aku yakin dia lah seorang yang dapat diandalkan. Mungkinkah aku jatuh hati padanya?? hahayyy.. masyaAllah, hampir tak percaya. Jika iya alhamdulillah akhirnya aku bisa membuka mata dan hati untuk yang lain. Dan dia, insyaAllah jauh lebih baik dari seorang yang dulu pernah buatku hampir "buta".
Usianya sudah hampir kepala 3 (2 tahun lagi sih..hehe), usia yang matang, dan bukan waktunya lagi untuk tetap sendiri. Aku sadar, dengan umur sekian jika ada usaha untuk mendekati wanita, itu bukan suatu yang tanpa arah dan tujuan. Apalagi dengan pribadi sepertinya, rasanya tak mungkin juga jika dia mendekati wanita sekedar iseng mendekati. Dan apakah aku seorang yang ditunjuknya..?? hahh.. ya Tuhan, seorang shaleh seperti dia siapa pula yang mau nolak. Dan bagiku, salah satu cita-cita terbesar dalam hidupku adalah memiliki pendamping hidup yang shaleh, yang dapat memuliakan orangtuaku, yang dapat membangunkanku di saat jatuh, menguatkanku di saat lemah, mengingatkan dan membinaku ketika iman sedang turun..saling mengingatkan, saling menguatkan.
Teringat sebuah ayat dalam Al-Qur'an "perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula)......."(An-Nur: 26). Teringat bagaimana diriku ini, apa aku pantas bersanding dengannya? Apa aku perempuan yang cukup baik untuk dirinya,, hati ini pernah terkotori dengan (sempat) mengharapkan orang lain, sampai hampir "buta", orang lain yang bukan siapa-siapa, belum punya ikatan apa-apa. Aku belum kenal betul bagaimana dia, tetapi dari air wajahnya dapat ku tangkap tanda-tanda keshalehan dalam dirinya. Ahh sudahlah terlalu banyak aku berangan.
Aku, satu bulan yang lalu tepat usiaku hampir memasuki 1/4 abad (cuma minus 2 tahun lagi). Teman-teman seumuranku sudah banyak yang tak lagi single. Dan aku, aku pun telah letih dengan sendiriku. Letih meladeni SMS-SMS aneh bin ga jelas, miscal-miscal dari "unknown number", bahkan ada "orang gila" yang pernah nekad menggunakan ilmu hitam untuk mendapatkanku (sekitar akhir tahun, setahun yang lalu). Mungkin saat itu aku benar-benar sedang futhur, sehingga pengaruh jahat itu bisa masuk. Syukur alhamdulillah pengaruh hitam itu segera disadari keluargaku, aku sempat terkena tapi lagi-lagi aku sangat bersyukur karna saat terkena pengaruh jahat tersebut aku masih ingat Tuhan, aku tak terpengaruh dengan ajakan yang "macam-macam" dari si "orang gila" itu. Sampai saat ini, tangan dan bagian yang lain masih "bersih" dari sentuhan laki-laki yang blm halal bagiku. Akan ku jaga semampuku, insyaAllah...
Pernah juga ada seorang teman yang nekad ingin datang jauh-jauh dari tempat tinggalnya hanya untuk bertemu saat hari miladku (ya elah..ngpain juga, siapa kau sampe segitunya, suami bukan, saudara bukan, sikap lo itu justru bikin gw takut!). Aku letih dengan gosip-gosip tentang diriku. Gosip yang dari dulu (sejak s1) itu-ituuuu saja isinya, ada pula yang berkata bahwa keputusanku untuk melanjutkan kuliah lantaran ada si Y yang juga melanjutkan kuliah. Astagfirullah..tega sekali yang bicara sepeti itu, fikiran yang sempit, naif sekali!
Letih..letih..sangat letih, capek. Berharap seorang yang dapat menjagaku, melepasku dari semua keletihan ini. Aku betul-betul sangat lelah (semoga gak lebay). Aku takut. Kini betul sangat berharap akan perlindungan Allah dr fitnah dunia..ingin bersegera berdampingan dengan seorang yg shaleh pilihan terbaik Allah dalam sebuah pernikahan. Saat ini posisiku masih sebagai mahasiswa, aku juga belum punya apa-apa (dalam bentuk materi) untuk membalas kebaikan orangtuaku. Tapi tolak ukur kesiapan seorang perempuan untuk melepas kesendiriannya bukan dilihat dari itu, bukankah begitu? Tapi dilihat dari bagaimana kesiapan mental dan segala konsekuensi yang dihadapi jika sudah hidup dengan orang lain. Siapkah dengan tanggungjawab sebagai istri, sebagai ibu, dan sebagainya. Dan aku siap. Orangtuaku bukanlah yang awam dalam urusan agama. Jika dalam waktu dekat ada seorang yang datang dengan niat baik padaku (tak hanya niat baik tapi tentu juga yang ku sukai) aku yakin ibu ayah akan mengabulkannya. Semoga.., permudahlah yaa Rabb..
Minggu, 12 Desember 2010
Awal dari cerita panjang (InsyaAllah) - III
Dia tidak menyebut secara jelas, tapi aku mengerti betul maksud dan tujuannya. Hmm... sudahlah rasanya tak perlu lagi ku lanjutkan cerita tentang telphon-telphon itu. Karena memang cerita (lewat telphon) sudah hampir berakhir, dia meminta waktu untuk dapat berbicara langsung denganku, dan aku rasa ini adalah pembicaraan serius. yeahh..
"aku minta waktu, nanti aku atur waktunya ya..", "ok", jawabku.
Tiga hari kemudian, tiba sudah dia kembali ke sini. Sikapnya seperti biasa, dan begitupun aku. Ku yakin pasti tak ada satupun dari mereka, teman-temanku, yang menyadari apa yang telah terjadi. Karena sikap kami memang biasa, seolah tak pernah ada yang terjadi selama dia pergi.
Satu minggu sudah dari hari terakhir saat dia mengatakan ingin meminta waktu untuk bicara. Tapi kok ga ada kelanjutan kabar..? piye iki, ingin bertanya tapi ahh gak perlu, mungkin dia belum siap, fikirku.
Dia, aku belum terlalu mengenal bagaimana dia, karna memang belum ada setengah tahun aku mengenalnya. Yang ku lihat sepertinya dia memang seorang yang baik akhlaqnya, baik faham ilmu dan pengamalan agamanya. Terlihat tanda hitam di keningnya, katanya tanda hitam di kening menandakan kalau orang itu khusyuk dalam shalatnya, wallahua'lam. Ada satu hal yang membuatku sangat terkesan, komitmen dia untuk menjaga waktu shalat! Apapun yang sedang dia kerjakan, jika sudah tiba waktu shalat, dia pasti akan langsung meninggalkan aktivitasnya sejenak untuk shalat.
Pernah waktu itu saat aku dan teman-teman, termasuk dia, bermain badminton di gedung GOR lama. Kami bermain bergantian, waktu itu aku sedang bermain dengan temanku yang lain. Semuanya lengkap ada di gedung GOR. Tapi ada satu sosok yang sejak tadi tidak ku lihat keberadaannya, padahal aku yakin betul saat aku datang ke GOR ada dia juga di sana, dialah dia, kok sekarang ga ada ya..? Ternyata dia sedang ke masjid (beberapa meter dari gedung GOR), oh ternyata saat itu sudah pukul 15.05..sudah tiba waktu azhar.
Juga saat kami sedang mengerjakan tugas, kuliah ataupun praktikum,, sedang apapun itu jika sudah masuk waktu shalat (apalagi mendengar adzan), dia langsung "ngacir" ke masjid. Perintah untuk shalat sudah pasti wajib dalam islam, termasuk untuk tidak melalaikan waktunya. Tapi banyak dari kita yang sering menomorsekiankan waktu shalat, termasuk aku.. (astaghfirullah), padahal jelas-jelas Allah telah memerintahkan untuk tidak melalaikan waktu shalat. Setelah ini aku akan lebih komitmen untuk menjaga waktu shalat, bukan karna dia.. walaupun memang sih dia telah menyadarkan dan mencontohkan hal yang baik untukku di sini. Alhamdulillah aku punya teman yang bisa memberi contoh yang baik. Aku bukan seorang ahli hadits, hafalan qur'an ku pun belum banyak,, tapi aku pernah dengar hadits yang kurang lebih isinya adalah hal pertama yang akan dihisab pada yaumul qiyamah adalah shalat, jika baik shalatnya maka baiklah amalannya yang lain, dan sebaliknya. Jadi, mengerjakan ibadah wajib ini dengan sebaik-baiknya memang harus, harus dan harus.
"aku minta waktu, nanti aku atur waktunya ya..", "ok", jawabku.
Tiga hari kemudian, tiba sudah dia kembali ke sini. Sikapnya seperti biasa, dan begitupun aku. Ku yakin pasti tak ada satupun dari mereka, teman-temanku, yang menyadari apa yang telah terjadi. Karena sikap kami memang biasa, seolah tak pernah ada yang terjadi selama dia pergi.
Satu minggu sudah dari hari terakhir saat dia mengatakan ingin meminta waktu untuk bicara. Tapi kok ga ada kelanjutan kabar..? piye iki, ingin bertanya tapi ahh gak perlu, mungkin dia belum siap, fikirku.
Dia, aku belum terlalu mengenal bagaimana dia, karna memang belum ada setengah tahun aku mengenalnya. Yang ku lihat sepertinya dia memang seorang yang baik akhlaqnya, baik faham ilmu dan pengamalan agamanya. Terlihat tanda hitam di keningnya, katanya tanda hitam di kening menandakan kalau orang itu khusyuk dalam shalatnya, wallahua'lam. Ada satu hal yang membuatku sangat terkesan, komitmen dia untuk menjaga waktu shalat! Apapun yang sedang dia kerjakan, jika sudah tiba waktu shalat, dia pasti akan langsung meninggalkan aktivitasnya sejenak untuk shalat.
Pernah waktu itu saat aku dan teman-teman, termasuk dia, bermain badminton di gedung GOR lama. Kami bermain bergantian, waktu itu aku sedang bermain dengan temanku yang lain. Semuanya lengkap ada di gedung GOR. Tapi ada satu sosok yang sejak tadi tidak ku lihat keberadaannya, padahal aku yakin betul saat aku datang ke GOR ada dia juga di sana, dialah dia, kok sekarang ga ada ya..? Ternyata dia sedang ke masjid (beberapa meter dari gedung GOR), oh ternyata saat itu sudah pukul 15.05..sudah tiba waktu azhar.
Juga saat kami sedang mengerjakan tugas, kuliah ataupun praktikum,, sedang apapun itu jika sudah masuk waktu shalat (apalagi mendengar adzan), dia langsung "ngacir" ke masjid. Perintah untuk shalat sudah pasti wajib dalam islam, termasuk untuk tidak melalaikan waktunya. Tapi banyak dari kita yang sering menomorsekiankan waktu shalat, termasuk aku.. (astaghfirullah), padahal jelas-jelas Allah telah memerintahkan untuk tidak melalaikan waktu shalat. Setelah ini aku akan lebih komitmen untuk menjaga waktu shalat, bukan karna dia.. walaupun memang sih dia telah menyadarkan dan mencontohkan hal yang baik untukku di sini. Alhamdulillah aku punya teman yang bisa memberi contoh yang baik. Aku bukan seorang ahli hadits, hafalan qur'an ku pun belum banyak,, tapi aku pernah dengar hadits yang kurang lebih isinya adalah hal pertama yang akan dihisab pada yaumul qiyamah adalah shalat, jika baik shalatnya maka baiklah amalannya yang lain, dan sebaliknya. Jadi, mengerjakan ibadah wajib ini dengan sebaik-baiknya memang harus, harus dan harus.
Langganan:
Postingan (Atom)
